Thursday, September 6, 2018

September 06, 2018

Rupiah Melemah anjlok 8,94 persen sejak akhir 2017

Seperti dikutip laman Nasdaq, Selasa (4/9), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sudah minus 8,94 persen sejak akhir 2017. Bandingkan dengan negara tetangga lain seperti Baht Thailand yang hanya minus 0,49 persen, ringgit minus 2,18 atau Won Korea minus 3,93 persen. Meskipun kebijakan ekonomi telah digelontorkan oleh pemerintah, nilai tukar rupiah terhadap dollar tetap menyentuh angka Rp. 15 ribu per dollar AS.
Menko Perekonomian Darmin Nasution menuding pelemahan disebabkan oleh krisis ekonomi yang terjadi di Argentina. Senada dengan Darmin, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut Argetina dan Turki sebagai penyebab depresiasi kali ini. Sri pun menyatakan bahwa kita harus antisipasi tekanan ini karena krisis di Argentina dan turki akan berlangsung lama.
Pembatasan impor terhadap 900 jenis barang merupakan langkah yang diambil pemenrintah agar defisit neraca perdagangan dapat berkurang. Melemahnya rupiah ini juga terasa berat bagi pengusaha, dikhawatirkan pengusaha yang meminjam anggaran negara dan ketika utang tersebut jatuh tempo tidak bisa membayar karena berat di kurs, hal ini sangat beresiko. Masyarakat juga pasti akan terdampak karena harga bahan-bahan pokok sudah pasti akan naik.

0 comments:

Post a Comment